URGENSI PERLINDUNGAN ANAK KORBAN PERCERAIAN DALAM SISTEM PERADILAN AGAMA: PERSPEKTIF YURIDIS, PSIKOLOGIS, DAN MASLAHAH MURSALAH

Penulis

  • Hendra Surya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Aziziyah Sabang

Kata Kunci:

Perlindungan Anak, Perceraian, Peradilan Agama, Hadhanah, Maslahah Mursalah.

Abstrak

Perceraian orang tua selalu menempatkan anak pada posisi yang paling rentan terhadap kehilangan hak-hak dasarnya. Di Indonesia, Peradilan Agama memegang wewenang absolut dalam memutus perkara perceraian bagi umat Islam, yang di dalamnya melekat tanggung jawab perlindungan hukum terhadap anak pasca-perceraian (hadhanah dan nafkah). Namun, dalam tataran empiris, eksekusi putusan perlindungan anak sering kali menemui jalan buntu akibat lemahnya instrumen hukum pemaksa terhadap mantan suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguatan perlindungan hukum bagi anak korban perceraian dalam sistem Peradilan Agama melalui pendekatan yuridis normatif, psikologis, dan filosofis Islam (maslahah mursalah). Hasil kajian menunjukkan bahwa reformasi hukum acara Peradilan Agama melalui penerapan sanksi administratif yang terintegrasi (seperti pemotongan gaji otomatis, penundaan layanan publik bagi ayah yang lalai) dan optimalisasi asas the best interests of the child merupakan kebutuhan yang mendesak. Dari perspektif maslahah mursalah, perlindungan anak korban perceraian merupakan instrumen inti untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan, sehingga premiere regulus yang lemah dikategorikan sebagai legal gap yang mencederai keadilan syariat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-28

Cara Mengutip

Surya, H. (2026). URGENSI PERLINDUNGAN ANAK KORBAN PERCERAIAN DALAM SISTEM PERADILAN AGAMA: PERSPEKTIF YURIDIS, PSIKOLOGIS, DAN MASLAHAH MURSALAH. AL-ILMU : Jurnal Keagamaan Dan Ilmu Sosial, 11(1), 1–14. Diambil dari https://ejournal.stisasabang.ac.id/index.php/AJKIS/article/view/55